Asap yang muncul akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan hanya persoalan lingkungan. Di balik lahan yang terbakar, terdapat aktivitas masyarakat dan dunia usaha yang juga berpotensi terdampak. Karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Tanah Bumbu menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan juga menjadi bagian penting dalam menciptakan iklim investasi yang aman, kondusif, dan berkelanjutan.
Bagi dunia usaha, kondisi lingkungan yang baik merupakan salah satu faktor penting dalam menjalankan kegiatan investasi. Karhutla dapat berdampak pada kualitas udara, kesehatan tenaga kerja, mobilitas, hingga kelancaran aktivitas operasional perusahaan.
Bayangkan! ketika udara yang seharusnya menjadi kebutuhan paling mendasar justru dipenuhi asap. Asap yang dihasilkan dari dampak karhutla membawa berbagai polutan, termasuk partikel halus yang dapat masuk ke saluran pernapasan. Ketika kualitas udara memburuk, risiko munculnya keluhan seperti batuk, iritasi mata dan tenggorokan, serta gangguan pernapasan pun dapat meningkat. Kondisi ini terutama perlu diperhatikan bagi pekerja yang banyak menghabiskan waktu di luar ruangan.
Dampaknya tidak berhenti pada persoalan kesehatan. Udara yang tidak sehat juga dapat memengaruhi kenyamanan dan produktivitas kerja. Ketika kondisi kesehatan pekerja terganggu, aktivitas pekerjaan dapat ikut terdampak. Pada kondisi tertentu, kegiatan lapangan bahkan perlu disesuaikan untuk mengurangi paparan asap terhadap pekerja.
Hal ini menunjukkan bahwa kesehatan pekerja dan keberlangsungan dunia usaha merupakan dua hal yang saling berkaitan. Lingkungan kerja yang sehat membantu pekerja menjalankan aktivitas dengan aman dan produktif, sekaligus mendukung perusahaan menjaga kelancaran operasionalnya.
Karena itu, upaya mencegah karhutla tidak hanya berarti menjaga hutan dan lahan dari kebakaran. Lebih dari itu, pencegahan karhutla juga berarti menjaga udara yang kita hirup, melindungi kesehatan pekerja, dan memastikan aktivitas ekonomi tetap dapat berjalan dengan baik.
Pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha memiliki peran yang sama pentingnya dalam upaya tersebut. Sebab, udara yang bersih bukan sekadar tuntutan lingkungan, tetapi juga bagian dari menciptakan lingkungan kerja yang sehat, menjaga produktivitas, serta mendukung iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah.
