BATULICIN — Kabupaten Tanah Bumbu kembali mencatat prestasi di bidang investasi. Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menerima penghargaan sebagai kabupaten/kota dengan realisasi investasi terbesar di Kalimantan Selatan setelah membukukan realisasi investasi sebesar Rp12.049.275.304.127 sepanjang 2025.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Gubernur Kalimantan Selatan kepada Bupati Tanah Bumbu pada rangkaian Kalsel Expo 2026, Rabu (13/8/2026). Setelah menerima penghargaan, Bupati kemudian menyerahkannya kepada Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tanah Bumbu.
Capaian tersebut menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2024, realisasi investasi Kabupaten Tanah Bumbu tercatat sebesar Rp5.177.629.200.904, kemudian meningkat menjadi Rp12.049.275.304.127 pada 2025.
Dengan demikian, realisasi investasi Tanah Bumbu mengalami pertumbuhan sekitar 132,7 persen, atau bertambah sekitar Rp6,87 triliun dalam satu tahun. Lonjakan tersebut menunjukkan semakin kuatnya aktivitas investasi di Kabupaten Tanah Bumbu sekaligus meningkatnya kepercayaan pelaku usaha terhadap iklim investasi daerah.
PMA Tumbuh Lebih dari 400 Persen
Pertumbuhan investasi tersebut terjadi baik pada Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Realisasi PMA meningkat dari Rp1.013.606.725.202 pada 2024 menjadi sekitar Rp5,32 triliun pada 2025. Kenaikan tersebut setara dengan pertumbuhan sekitar 425 persen.
Sementara itu, PMDN juga mengalami peningkatan dari Rp4.164.022.475.684 pada 2024 menjadi sekitar Rp6,72 triliun pada 2025, atau tumbuh sekitar 61,5 persen. Dari sisi perusahaan, kontribusi investasi terbesar pada kategori PMDN berasal dari PT Jhonlin Baratama, sementara investasi terbesar pada kategori PMA berasal dari PT Kodeco Argojaya. Berdasarkan laporan realisasi investasi 2025, capaian tersebut berasal dari 2.424 proyek dan mampu menyerap 6.296 tenaga kerja.
Pertambangan Masih Dominan, Hilirisasi Mulai Menguat
Besarnya realisasi investasi Tanah Bumbu tidak terlepas dari kekayaan sumber daya alam yang dimiliki daerah. Sektor Pertambangan dan Penggalian masih menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi sekitar 50,6 persen dari total investasi 2025. Di sisi lain, struktur investasi mulai memperlihatkan perkembangan menuju sektor yang memberikan nilai tambah lebih tinggi. Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya menyumbang sekitar 12,4 persen, sedangkan Perdagangan dan Reparasi berkontribusi sebesar 7,2 persen.
Masuknya investasi asing pada industri logam dasar dengan nilai sekitar Rp1,50 triliun menjadi salah satu indikasi mulai berkembangnya hilirisasi di Tanah Bumbu. Kondisi tersebut membuka peluang bagi daerah untuk tidak hanya mengandalkan pemanfaatan bahan mentah, tetapi juga mendorong kegiatan pengolahan yang menghasilkan nilai tambah lebih besar.
Potensi Daerah Diperkuat dengan Pengendalian Investasi
Pertumbuhan investasi tidak hanya ditopang kekayaan sumber daya alam, tetapi juga melalui berbagai strategi pemerintah daerah dalam menjaga iklim usaha. DPMPTSP Kabupaten Tanah Bumbu melakukan pengawasan secara masif dan kontinu berbasis prioritas, terutama terhadap pelaku usaha yang memiliki rencana investasi tinggi. Pembinaan penyusunan dan pelaporan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) juga dilakukan melalui sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran pelaku usaha dalam melaporkan perkembangan realisasi investasinya.
Selain itu, pemerintah daerah menginisiasi Investment Award untuk mendorong kompetisi positif antarpelaku usaha, sekaligus memberikan apresiasi kepada perusahaan yang menunjukkan kinerja investasi yang baik. DPMPTSP juga berperan dalam memfasilitasi penyelesaian berbagai kendala perizinan yang dihadapi pelaku usaha sehingga kegiatan investasi dapat berjalan lebih lancar. Upaya tersebut berjalan seiring dengan penerapan OSS Berbasis Risiko dan kehadiran Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Tanah Bumbu yang menghadirkan layanan publik secara lebih terintegrasi. Dukungan lainnya datang dari konektivitas logistik kawasan Batulicin serta keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Setangga yang menjadi salah satu potensi dalam menarik investasi berskala besar.
Investasi Didorong Memberi Dampak ke UMKM
Capaian investasi yang tinggi selanjutnya diarahkan agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui DPMPTSP mendorong penguatan kemitraan antara pelaku usaha besar dengan UMKM lokal. Strategi tersebut salah satunya dilakukan melalui program AKSI Geber Investasi, yang diharapkan dapat membuka lebih banyak ruang bagi pelaku UMKM untuk masuk ke dalam rantai ekonomi yang terbentuk dari kegiatan investasi.
Digitalisasi pelayanan juga terus diperkuat melalui aplikasi Investment Bridge sebagai sarana informasi dan penghubung dalam ekosistem investasi Tanah Bumbu. Sementara itu, pemerintah daerah masih mengupayakan penguatan regulasi melalui penyusunan regulasi daerah terkait Perizinan Berusaha Berbasis Risiko (PBBR). Regulasi tersebut saat ini masih dalam proses di Bagian Hukum dan belum ditetapkan secara resmi.
Target Investasi 2026
Setelah mencatat realisasi investasi sebesar Rp12,049 triliun pada 2025, Kabupaten Tanah Bumbu menetapkan target investasi 2026 sebesar Rp10.166.975.000.000 atau sekitar Rp10,17 triliun. Target tersebut menjadi tantangan untuk mempertahankan momentum pertumbuhan investasi sekaligus meningkatkan kualitas investasi yang masuk ke daerah.
Penguatan pelayanan, pengawasan dan pembinaan pelaku usaha, fasilitasi penyelesaian perizinan, promosi potensi daerah, pengembangan kemitraan UMKM, serta pemanfaatan layanan digital menjadi bagian dari strategi untuk menjaga kepercayaan investor. Penghargaan yang diterima pada Kalsel Expo 2026 pun tidak hanya menjadi pengakuan atas besarnya nilai investasi yang berhasil dicatatkan Tanah Bumbu. Capaian tersebut menjadi momentum untuk terus memperkuat ekosistem investasi daerah agar pertumbuhan investasi dapat menciptakan lapangan kerja, mendorong hilirisasi, membuka peluang bagi UMKM, dan memberikan dampak yang semakin luas terhadap perekonomian masyarakat Tanah Bumbu.

