Batulicin - Kabupaten Tanah Bumbu mengambil bagian penting dalam ajang Pamor Borneo 2026 yang buka secara resmi oleh Gubernur H. Muhidin di Hotel Fugo Banjarmasin pada 07 Agustus 2026 dengan menawarkan proyek strategis unggulan berupa industri bandeng terintegrasi senilai Rp254,9 miliar guna memperkuat pertumbuhan ekonomi regional. Acara yang dihelat bekerjasama dengan Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Selatan Dimana menjadi salah satu Forum investasi yang cukup bergengsi di Kalimantan ini, menawarkan 15 proyek strategis (7 dari Kalsel dan 8 dari wilayah Kalimantan lain) yang menarik minat lebih dari 20 calon investor, menghasilkan 12 Letter of Interest (LoI) dengan potensi nilai mencapai Rp62,69 triliun. Dalam acara ini juga digelar Sektor Perdagangan & UMKM yang memamerkan produk unggulan kriya, fesyen, serta kuliner dan mencatatkan komitmen kerja sama UMKM dengan mitra usaha serta hotel.
Tak Ingin ketinggalan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu mengambila bagian dengan menunjukkan komitmen kuat dalam mempercepat transformasi ekonomi dan hilirisasi produk lokal pada ajang promosi investasi regional. Melalui forum investasi yang diinisiasi oleh Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Selatan dan Pemprov Kalsel. Kabupaten Tanah Bumbu mengambil bagian pada Pamor Borneo 2026 dimana dalam kesempatan ini Bapak Eryanto selaku Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II Bidang Ekobang) yang mneghadiri langsung kegiatan yang cukup bergengsi ini.

Tanah Bumbu memaparkan peluang penanaman modal berskala besar. Proyek Strategis yang Ditawarkan antara lain: Industri Bandeng Terintegrasi dengan Budidaya di Desa Pendamaran Jaya dan pusat pengolahan di Kawasan Industri Muara Pagatan (KPI) dengan kapasitas 3.000 ton per tahun senilai Rp254,9 miliar. Dan tentunya Sasaran Pasar Global yaitu hilirisasi perikanan untuk memperkuat rantai pasok ekspor dan kesejahteraan pembudidaya lokal.

Sinergi dan Dampak Ekonomi dari acara ini tentunya untuk menarik minat investor, menarik perhatian investor dalam dan luar negeri melalui sesi one-on-one meeting di Investment Forum kemudian Perluasan Lapangan Kerja, Penyerapan tenaga kerja lokal secara masif melalui operasional industri pengolahan perikanan dan energi. Dan tentunya tentunya dengan Dukungan Digitalisasi: Integrasi sistem transaksi modern dan digitalisasi finansial untuk UMKM pendukung di kawasan Borneo
