Tanah Bumbu, 12 Agustus 2026 — Suasana berbeda terasa di lingkungan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tanah Bumbu. Para Aparatur Sipil Negara (ASN) bersama jajaran pegawai berkumpul dalam suasana penuh kekhidmatan untuk melaksanakan doa bersama dan istighfar, bertepatan dengan momentum Arba Mustakmir atau Rebo Wekasan, yakni Rabu terakhir pada bulan Safar.

Kegiatan ini menjadi ruang untuk sejenak sebelum memulai rutinitas pekerjaan, menundukkan hati, serta memperbanyak doa dan memohon perlindungan kepada Allah SWT.

Kepala Dinas PMPTSP BRIYAN AJISOKO, ST.M.Sos Menambahkan, Bahwa Rebo Wekasan (Arba Mustakmir) tidak hanya sekedar Momentum untuk Berdoa bersama akan tetapi Ada Arti dan Akar Sejarah yang terjadi Jauh Sejak Abad ke-17 di berbagai wilayah seperti Pulau Kalimantan, Pulau Jawa Di Bantul- Yogyakarta, Aceh, Riau, hingga Sulawesi yang diisi dengan salat sunah mutlak, membaca Surah Yasin, dan menyisakan sedikit makanan sebagai bentuk ikhtiar rohani dan sedekah tolak bala.

Lebih dari sekadar sebuah tradisi, doa bersama menjadi momentum muhasabah diri, mempererat silaturahmi antarpegawai, sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa dalam menjalankan tugas sebagai ASN, ikhtiar dan doa merupakan dua hal yang berjalan beriringan Kata Briyan di Sela sebelum mengakhiri Sambutannya.

๐Ÿคฒ Rebo Wekasan: Momentum Mendekatkan Diri kepada Allah

Rebo Wekasan dikenal dalam tradisi masyarakat Nusantara sebagai Rabu terakhir di bulan Safar. Namun, penting untuk tidak memaknainya sebagai hari yang membawa kesialan secara pasti. Nabi Muhammad SAW justru menegaskan bahwa tidak ada kesialan pada bulan Safar. ๏ฟฝ

Karena itu, momentum Rebo Wekasan dapat dimaknai secara positif sebagai kesempatan untuk memperbanyak ibadah, doa, istighfar, sedekah, dan perbuatan baik, tanpa meyakini bahwa tanggal atau bulan tertentu memiliki kekuatan untuk mendatangkan musibah dengan sendirinya.

๐Ÿ“– Amalan yang Dikenal dalam Momentum Arba Mustakmir

1. Membaca Surah Yasin

Salah satu amalan yang dikenal dalam tradisi Arba Mustakmir adalah membaca Surah Yasin.

Dalam salah satu praktik yang berkembang di masyarakat, ketika sampai pada ayat:

ุณูŽู„ูŽุงู…ูŒ ู‚ูŽูˆู’ู„ู‹ุง ู…ูู†ู’ ุฑูŽุจูู‘ ุฑูŽุญููŠู…ู

Salฤmun qaulan mir rabbir rahฤซm

"Salam, sebagai ucapan dari Tuhan Yang Maha Penyayang."

(QS. Yasin: 58)

bacaan tersebut diulang sebanyak 313 kali, kemudian pembacaan Surah Yasin dilanjutkan hingga selesai.

Setelah itu dapat dilanjutkan dengan memperbanyak shalawat dan doa sesuai hajat masing-masing.

Catatan: pengulangan 313 kali tersebut merupakan bagian dari amalan/tradisi yang dikenal dalam praktik Rebo Wekasan, bukan ketentuan yang secara khusus ditetapkan dalam hadis sahih.

โœ๏ธ 2. Menulis Tujuh Ayat Salam

Amalan lain yang dikenal dalam tradisi Rebo Wekasan adalah menulis tujuh ayat Al-Qur'an yang mengandung lafaz “salam”.

Tujuh ayat tersebut adalah:

1. QS. Yasin: 58

ุณูŽู„ูŽุงู…ูŒ ู‚ูŽูˆู’ู„ู‹ุง ู…ูู†ู’ ุฑูŽุจูู‘ ุฑูŽุญููŠู…ู

Salฤmun qaulan mir rabbir rahฤซm.

2. QS. Ash-Shaffat: 79

ุณูŽู„ูŽุงู…ูŒ ุนูŽู„ูŽู‰ูฐ ู†ููˆุญู ูููŠ ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู†ูŽ

Salฤmun 'alฤ Nลซhin fil-'ฤlamฤซn.

3. QS. Ash-Shaffat: 109

ุณูŽู„ูŽุงู…ูŒ ุนูŽู„ูŽู‰ูฐ ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู…ูŽ

Salฤmun 'alฤ Ibrฤhฤซm.

4. QS. Ash-Shaffat: 120

ุณูŽู„ูŽุงู…ูŒ ุนูŽู„ูŽู‰ูฐ ู…ููˆุณูŽู‰ูฐ ูˆูŽู‡ูŽุงุฑููˆู†ูŽ

Salฤmun 'alฤ Mลซsฤ wa Hฤrลซn.

5. QS. Ash-Shaffat: 130

ุณูŽู„ูŽุงู…ูŒ ุนูŽู„ูŽู‰ูฐ ุฅูู„ู’ ูŠูŽุงุณููŠู†ูŽ

Salฤmun 'alฤ Ilyฤsฤซn.

6. QS. Az-Zumar: 73

ุณูŽู„ูŽุงู…ูŒ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุทูุจู’ุชูู…ู’ ููŽุงุฏู’ุฎูู„ููˆู‡ูŽุง ุฎูŽุงู„ูุฏููŠู†ูŽ

Salฤmun 'alaikum thibtum fadkhulลซhฤ khฤlidฤซn.

7. QS. Al-Qadr: 5

ุณูŽู„ูŽุงู…ูŒ ู‡ููŠูŽ ุญูŽุชูŽู‘ู‰ูฐ ู…ูŽุทู’ู„ูŽุนู ุงู„ู’ููŽุฌู’ุฑู

Salฤmun hiya hattฤ matla'il-fajr.

Dalam tradisi yang berkembang, ketujuh ayat tersebut ditulis menggunakan bahan yang dapat larut dalam air, kemudian tulisan dilarutkan sambil membaca shalawat dan airnya diminum.

Namun, praktik ini merupakan amalan tradisional yang dinisbatkan pada literatur tertentu, bukan tuntunan khusus yang diwajibkan atau ditetapkan Rasulullah SAW. Karena itu, bagi yang mengamalkannya hendaknya tidak meyakininya sebagai kewajiban agama atau sebagai satu-satunya cara memperoleh keselamatan.

๐Ÿ•Œ 3. Shalat Sunnah dan Doa Memohon Perlindungan

Di masyarakat juga dikenal istilah shalat sunnah tolak bala yang dikaitkan dengan Rebo Wekasan.

Salah satu tata cara yang beredar adalah melaksanakan empat rakaat dengan dua salam, kemudian membaca surah-surah tertentu.

Dalam praktik yang dikenal tersebut:

Rakaat pertama:

Al-Fatihah dan Surah Al-Kautsar sebanyak 17 kali.

Rakaat kedua:

Al-Fatihah dan Surah Al-Ikhlas sebanyak 5 kali.

Kemudian salam.

Setelah itu dilanjutkan dua rakaat berikutnya:

Rakaat pertama:

Al-Fatihah dan Surah Al-Falaq 1 kali.

Rakaat kedua:

Al-Fatihah dan Surah An-Nas 1 kali.

Setelah selesai, dilanjutkan dengan doa memohon perlindungan kepada Allah SWT.

Namun, penting dicatat bahwa tidak terdapat dalil sahih yang menetapkan adanya shalat khusus Rebo Wekasan dengan jumlah rakaat dan bacaan tersebut. Karena itu, untuk kegiatan resmi keagamaan, amalan ini sebaiknya disebut sebagai praktik yang dikenal dalam tradisi masyarakat, bukan sebagai sunnah khusus yang pasti berasal dari Rasulullah SAW.

๐Ÿคฒ 4. Memperbanyak Sayyidul Istighfar

Salah satu amalan yang memiliki dasar hadis yang kuat adalah Sayyidul Istighfar.

Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang membacanya pada siang hari dengan penuh keyakinan kemudian meninggal sebelum petang, maka ia termasuk penghuni surga; demikian pula orang yang membacanya pada malam hari dan meninggal sebelum pagi.

Bacaan Sayyidul Istighfar:

ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุฑูŽุจูู‘ูŠ ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽูฐู‡ูŽ ุฅูู„ูŽู‘ุง ุฃูŽู†ู’ุชูŽุŒ ุฎูŽู„ูŽู‚ู’ุชูŽู†ููŠ ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุนูŽุจู’ุฏููƒูŽุŒ ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ูฐ ุนูŽู‡ู’ุฏููƒูŽ ูˆูŽูˆูŽุนู’ุฏููƒูŽ ู…ูŽุง ุงุณู’ุชูŽุทูŽุนู’ุชูุŒ ุฃูŽุนููˆุฐู ุจููƒูŽ ู…ูู†ู’ ุดูŽุฑูู‘ ู…ูŽุง ุตูŽู†ูŽุนู’ุชูุŒ ุฃูŽุจููˆุกู ู„ูŽูƒูŽ ุจูู†ูุนู’ู…ูŽุชููƒูŽ ุนูŽู„ูŽูŠูŽู‘ุŒ ูˆูŽุฃูŽุจููˆุกู ู„ูŽูƒูŽ ุจูุฐูŽู†ู’ุจููŠุŒ ููŽุงุบู’ููุฑู’ ู„ููŠ ููŽุฅูู†ูŽู‘ู‡ู ู„ูŽุง ูŠูŽุบู’ููุฑู ุงู„ุฐูู‘ู†ููˆุจูŽ ุฅูู„ูŽู‘ุง ุฃูŽู†ู’ุชูŽ

Allahumma anta rabbฤซ lฤ ilฤha illฤ anta, khalaqtanฤซ wa ana 'abduka, wa ana 'alฤ 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu, a'ลซdzu bika min syarri mฤ shana'tu, abลซ'u laka bini'matika 'alayya, wa abลซ'u laka bidzanbฤซ, faghfir lฤซ fa innahu lฤ yaghfirudz-dzunลซba illฤ anta.

"Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berpegang pada janji-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang telah aku perbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Maka ampunilah aku, karena sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau."

(HR. Bukhari)

Dari Doa Menuju Ikhtiar

โ€‹Doa bukan alasan untuk berhenti berusaha.

โ€‹Sebaliknya, doa menjadi penguat agar setiap ikhtiar dilakukan dengan hati yang lebih tenang dan penuh keyakinan.

Bagi ASN DPMPTSP Kabupaten Tanah Bumbu, makna tersebut menjadi semakin relevan. Setiap hari, para pegawai mengemban amanah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, mendukung kemudahan berusaha, serta berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

โ€‹Karena itu, semangat spiritual yang dibangun melalui doa bersama diharapkan dapat berjalan beriringan dengan semangat profesionalisme dalam bekerja.

โ€‹Ikhtiar dalam bekerja.

Doa dalam setiap langkah.

Tawakal kepada Allah SWT.

โ€‹Menutup Safar dengan Harapan Baru

โ€‹Rebo Wekasan tidak harus dimaknai dengan rasa takut terhadap kesialan. Ia dapat menjadi pengengar untuk berhenti sejenak, melihat kembali perjalanan diri, memperbanyak doa, dan memohon kepada Allah agar langkah ke depan senantiasa berada dalam kebaikan.

โ€‹Bagi keluarga besar DPMPTSP Kabupaten Tanah Bumbu, doa bersama ini menjadi simbol kebersamaan—bahwa dalam menjalankan amanah, setiap pegawai tidak hanya membutuhkan kemampuan dan profesionalisme, tetapi juga keteguhan hati, keikhlasan, dan doa.

โ€‹Semoga Allah SWT senantiasa memberikan keselamatan, kesehatan, keberkahan, kelancaran dalam menjalankan tugas, perlindungan bagi keluarga, serta kekuatan kepada seluruh ASN dan pegawai DPMPTSP Kabupaten Tanah Bumbu untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

โ€‹Rebo Wekasan bukan tentang ketakutan akan kesialan. Ia adalah momentum untuk mendekat kepada Allah, memperbaiki diri, memperbanyak doa, dan melangkah dengan penuh harapan. ๐Ÿคฒ๐ŸŒ™